Fokus Layanan

Berita



Peresmian Gedung Laboratorium Pusat Pemantauan Bumi Nasional
Penulis Berita : KSHU-Humas/Meg • Fotografer : Iwan • 20 Dec 2016 • Dibaca : 895 x ,

Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, meresmikan gedung Laboratorium Pusat Pemantauan Bumi Nasional di Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN, Jakarta, Selasa (20/12). Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa gedung ini akan berkontribusi secara nasional dalam menyediakan informasi penginderaan jauh.

Ia melanjutkan, LAPAN memiliki visi untuk menjadi center of excellence (pusat unggulan). Untuk mencapai visi tersebut, diperlukan penguatan kompetensi yang akan meningkatkan jumlah publikasi, paten, dan produk litbang. Selain itu, diperlukan pula peningkatan layanan, salah satunya layanan informasi.

LAPAN memberikan layanan informasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa. Thomas mengatakan, pusat pemantauan bumi nasional memiliki fungsi untuk menyediakan informasi terkait sumber daya alam dan lingkungan. Salah satu peran LAPAN yang terbaru yaitu dalam penanganan gempa di Aceh.

Kontribusi LAPAN dalam penanganan gempa itu berupa penyediaan data satelit penginderaan jauh beresolusi tinggi sebelum bencana. Kemudian, LAPAN juga menghubungi International Disaster Charter (IDC) untuk memperoleh citra satelit setelah bencana. Informasi tersebut kemudian disampaikan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Contoh peran LAPAN lainnya yaitu penyediaan informasi terkait bencana kebakaran hutan. Informasi yang diberikan berupa titik-titik panas yang menjadi indikasi awal kebakaran hutan. Kepala LAPAN mengatakan bahwa pemerintah menjadikan LAPAN sebagai penyedia data titik panas dengan merujuk pada data satelit yang lengkap. Informasi titik panas ini diberikan secara rutin dan real time bahkan dapat diakses melalui aplikasi telepon seluler.

Selain untuk mitigasi bencana, Kepala LAPAN mengatakan bahwa data penginderaan jauh juga untuk mengidentifikasi sumber daya alam sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan negara. Misalnya, data satelit digunakan untuk identifikasi objek pajak. Data ini tentunya akan mempermudah petugas pajak dalam menentukan nilai suatu objek pajak seperti perkebunan.

Kemudian data satelit penginderaan jauh juga dimanfaatkan untuk pemantauan lingkungan. Contohnya yaitu memantau dampak pembuangan limbah industri pertambangan terhadap kondisi aliran sungai. Penegak hukum juga memanfaatkan data penginderaan jauh untuk pemantauan aspek ketidakpatuhan terhadap peraturan.

Peran penginderaan jauh juga dirasakan oleh pemerintah daerah. Data penginderaan jauh digunakan untuk perencanaan daerah sehingga pembangunannya semakin baik.

Dalam peresmian gedung ini, Kepala LAPAN juga memaparkan mengenai subprogram dari tujuh program utama LAPAN. Subprogram tersebut yaitu pemantauan maritim berbasis iptek penerbangan dan antariksa. Program tersebut misalnya penyediaan Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI)yang digabungkan dengan informasi Sistem Embaran Maritim (SEMAR). Program ini juga memanfaatkan Automatic Identification System (AIS) yang dimiliki satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI dan LAPAN-A2/LAPAN-IPB untuk pemantauan kapal laut. Selain itu, program ini juga didukung dengan Maritime Surveillance System (MSS) berbasis pesawat tanpa awak.

Subprogram selanjutnya yaitu sistem pemanauan bencana berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa. Program ini misalnya pemantauan titik panas terkait kebakaran hutan, letusan gunung api, longsor, banjir, dan bencana meteorologi. Kepala LAPAN berharap, program-program tersebut dapat memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat.

Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh
Jl. Kalisari No. 8, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta 13710 Telp. (021) 8710065 Fax. (021) 8722733


   
© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL