WEBINAR PUSFATJA BINDER SERI#16: TEMA "SATELIT RADAR", JUM'AT 02 OKTOBER 2020
By diseminasi, 05 Oct 2020
PUSFATJA | Jum'at 02 Oktober 2020, 1453 peserta terdaftar dalam Webinar Pusfatja Binder Seri#16 dengan tema "Satelit Radar", asal peserta terbanyak dari Jawa Barat dengan pekerjaan Mahasiswa/pelajar, demikian MC Pingkan Mayestika S.Pi mengawali Binder kali ini. MC Pingkan juga mengenalkan susunan acara, yang diawali pengantar oleh Moderator Zylshal, S.Si, M.Sc dari Balai Penginderaan Jauh Pare-Pare, para narasumber yaitu; Ir. Atriyon Julzarika, ST, M.Eng dari Pusfatja-LAPAN, Dr. Agustan dari BPPT dan Dr. Rahmat Arief dari Pustekdata-LAPAN. Dilanjutkan dengan dengan sesi diskusi, pengumuman pemenang doorprize dan souvenir serta diakhiri dengan penutup. Zylshal, S.Si, M.Sc, Peneliti Muda dari Balai Penginderaan jauh Pare-Pare mengucapkan selamat datang selamat bergabung dalam Binder ini dan selamat datang pada narasumber yang merupakan praktisi dan peneliti yang berhubungan dengan data RADAR. Zyishal juga membacakan panduan bagi para narasumber, meliputi; waktu presentasi, diskusi setelah semua narasumber selesai presentasi dan akan membacakan pertanyaan-pertanyaan terpilih bagi setiap narasumber.




Narasumber pertama adalah Ir. Atriyon Julzarika, ST, M.Eng yang memaparkan "Pemetaan Permukaan dengan SAR". Peneliti Madya dari Pusfatja-LAPAN yang sangat produktif dalam menghasilkan tulisan-tulisan ilmiah menjelaskan tentang; Sensor-micro wave-active, yaitu SAR seperti ALOS-PALSAR, RADARSAT, TerraSAR-X; Wahana SAR meliputi airborne sensor dan Shuttle/Spaceborne sensor; jenis-jenis pemetaan permukaan; teori interakasi objek dengan SAR; Kesalahan dalam perekaman SAR dan Kelemahan SAR. Selain itu, diceritakan juga kelebihan Airborne ISAR dan produk yang dihasilkan; Kandidat Doktor ilmu dan teknik geomatika UGM ini juga mnejelaskan penerapan data SAR, seperti; menentukan batas tepi danau/garis pantai, perubahan vertikal permukaan, cara mendeteksi permukiman/bangunan, Kebasahan permukaan, identifikasi lahan tambang, pemetaan geologi/permukaan, Lineament, Pemetakaan permukaan dengan SAR pada perairan darat, dan lain-lain.


Dr. Agustan, Peneliti Utama Kebumian dan Geomatika , BPPT sebagai narasumber ke-2 memaparkan "metode Penginderaan Jauh Aktif berbasis gelombang radar untuk aplikasi kebumian". Dr. Agustan menjelaskan tentang sistem penginderaan jauh, Objek dan fenomena pada permukaan bumi, sensor penginderaan jauh hingga wahana yang digunakan. Selain itu dijelaskan juga mengenai Satelit SAR, Data SAR, Pemanfaatan data SAR; Juga dijelaskan mengenai apa saja yang bisa dilakukan dalam mengamati muka bumi menggunakan data SAR; Seperti Pembalakan Liar; Melihat genangan banjir Masamba-Sulawesi Barat, Perubahan permukaan kawah gunung dan lain-lain.


Dr. Rahmat Arief sebagai narasumber ke-3 memaparkan "Teknologi Syntthetic Aperture Radar: Tantangan dan Peluang". Peneliti Madya Pustekdata-LAPAN ini menjelaskan; Motivasi yang diambil mengapa harus menggunakan data SAR ? apa kelebihan dan kekurangan data SAR; Aplikasi yang diturunkan dari data SAR (Polarimetri dan Interferometri) dan penerapannya; Ketersediaan data SAR; Software apa saja yang bisa mengolah data SAR; Algoritma Pengolahan Ortho; Contoh-contoh penerapan data SAR; Trend SAR: Peluang (data semakin banyak, software tersedia 9free atau komersial), pemanfaatan disemua bidang dan tantangan (kemampuan pemrosesan data SAR, pengembangan metode/algoritma, peningkatan publikasi.