Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN Menghadiri Kegiatan APRSAF25 di Singapura
By admin, 06 Nov 2018
PUSFATJA | APRSAF25 atau Asia Pacific Regional Space Agency Forum merupakan forum pertemuan lembaga antarika di kawasan Asia-Pasifik yang rutin dilakukan tiap tahun. Forum kegiatan ini dilaksanakan di Singapura pada tanggal 6 sampai 9 November 2018. Pertemuan ini melibatkan lebih dari 40 negara yang terdiri dari lembaga antarika, pemerintah, organisasi internasional dan lembaga penelitian. Dalam pertemuan ini terdapat empat working group yaitu Space Application, Space Technology, Space Environment Utilization, dan Space Education sebagai wadah berbagi informasi tentang aktivitas dan rencana kedepan dari masing-masing negara. APRSAF juga mendukung pembentukan proyek-proyek internasional sebagai solusi untuk isu-isu umum, seperti manajemen bencana dan perlindungan lingkungan, sehingga pihak yang berpartisipasi akan mendapat manfaat dari kerja sama tersebut. (https://aprsaf.org/about/)

Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN yang diwakili oleh Kepala Bidang Program dan Fasilitas Syarif Budhiman, M.Sc. memaparkan kegiatan pemanfaatan penginderaan jauh di Indonesia dalam kaitannya dengan SDGs dalam Space Application Working Group (SAWG) pada sesi SDGs and International Cooperation. Dalam paparannya, disampaikan bahwa data penginderaan jauh resolusi tinggi, sedang, dan rendah di Indonesia dimanfaatkan dalam pembangunan berkelanjutan dalam berbagai aspek antara lain menghapus kemiskinan, mengakhiri kelaparan, menjaga eksosistem laut, penanganan perubahan iklim, dsb.

Selain itu, sebelum agenda utama APRSAF berlangsung, dilaksakan pula workshop inisiatif yaitu SAFE Workshop di Nanyang Technology University, Singapura pada hari Senin, 05 November 2018. SAFE (Space Application for Environment) merupakan forum kerjasama untuk berkontribusi dalam penanganan berbagai masalah lingkungan menggunakan teknologi antarika. Dalam pertemuan ini disampaikan hasil kajian prototipe dari peserta-peserta SAFE yang sudah dilakukan selama dua tahun. Dua diantaranya merupakan peneliti Pusfatja, mereka menyampaikan hasil prototipe berupa "Mapping and Monitoring Oil Palm Plantation using Optical and SAR Space Borne Data" dan "Smoke Haze Monitoring in Indonesia".