LAPAN DITANTANG UNTUK IKUT MENINGKATKAN PRODUKSI TERNAK MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH
By admin, 07 Mar 2018
Bagaimana teknologi satelit penginderaan jauh dapat dipergunakan untuk meningkatkan produksi ternak? Itulah salah satu poin utama yang disampaikan oleh Dr. Ir. Hj. Dewi Sartika, M.Si., Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat pada pembukaan Workshop Pemanfaatan dan Pengolahan Data Penginderaan Jarak Jauh untuk Mendukung Pembangunan Peternakan. Workshop diselenggarakan atas kerjasama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat dan Deputi Bidang Penginderaan Jauh LAPAN, dan berlangsung pada tanggal 6 hingga 7 Maret 2018 di Hotel Kalya Bandung. Dalam kesempatan tersebut, Dr. M. Rokhis Khomarudin, Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh, berkenan untuk hadir mengenalkan tentang Penginderaan Jauh LAPAN dan berdialog dengan para peserta workshop terkait potensi data penginderaan jauh untuk meningkatkan produksi ternak di Provinsi Jawa Barat. Workshop dihadiri oleh 23 perwakilan dari SKPD Kabupaten/Kota yang menangani sektor peternakan serta 10 Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) lingkup Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat. Pada kesempatan ini hadir pula beberapa staf dari Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh dan Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh LAPAN, yaitu Fajar Yulianto, S.Si., M.Si., Suwarsono, S.Si., M.Si., Gigih Giarrastowo, S.Pi., dan Purbo Alam Prakoso A.Md. Pada kesempatan ini para peserta diajarkan materi-materi pengenalan konsep dasar dan pemanfaatan data penginderaan jauh, pengenalan SIG, perangkat lunak Quantum GIS, serta dasar-dasar pengolahan citra, interpretasi citra, penggunaan GPS, input data spasial dan visualiasi data spasial untuk mendukung pembangunan peternakan. Pada pertemuan ini juga dibicarakan rencana tindak lanjut dari kegiatan workshop ini, yaitu kerjasama penyediaan data dan informasi penginderaan jauh untuk program yang lebih detil dan berkesinambungan dalam sektor peternakan, seperti untuk mengidentifikasi sebaran padang penggembalaan dan lahan-lahan yang berpotensi menjadi sumber pakan ternak.