Unit

News



KOLOKIUM TW-3 TAHUN 2020 PUSFATJA, SENIN, 26 OKTOBER 2020
News Writter : Iskandar • Photographers : Humas/Pusfatja • 27 Oct 2020 • Read : 120 x ,

PUSFATJA | Senin, 26 oktober 2020, Pusfatja menyelenggarakan Kolokium TW-3 tahun 2020. Kapusfatja-LAPAN Dr. M. Rokhis Khomarudin membuka kolokium ini dengan mengatakan, tidak seperti kolokium-kolokium sebelumnya, pada kolkium ini, para Group Leader (GL) tidak melakukan presentasi, tetapi diwakilkan oleh Kordinator Program dan Fasilitas untuk mengetahui capaian hingga TW-3 ini. Selain itu, Kapusfatja akan menjelaskan sedikit tentang sosialisasi pengelolaan keuangan sesuai keputusan dirjen anggaran bahwa pengelolaan akan terpusat di satu satker dan yang terakhir diskusi terhadap capaian selama TW-3 dan masalah lainnya.



Koordinator Program dan Fasilitas, Syarif Budiman, S.Pi, M.Sc. memaparkan tentang; 1. Pagu Anggaran Pusfatja 2020, 2. Pemantauan Capaian Smart Pusfatja 2020 dan 3. Pemantauan Capaian e-Monev Pusfatja 2020. Hasil dari aplikasi SMART, nilai Pusfatja masih rendah karena capaian output TW-3 2020 masih kecil, perlu ditingkatkan kinerja agar dapat dicapai hasil yang lebih tinggi. Hingga TW-3 ini, 3 litbang belum ada publikasinya, yaitu; Litbang Land Subsidence, Litbang Smart City dan Litabng Kekeringan. Untuk HKI (Hak Kekayaan Intelektual) Pusfatja sudah menghasilkan 9 HKI dari target semula cuma 2. Kemajuan litbang jirab hingga september 2020, litbangjirap Pemantauan DAS, Land Subsidence dan Smart City masih terseok-seok,capainnya masih dibawah target TW-3 yaitu 75%. Diharapkan bulan November 2020, semua kegiatan sudah selesai sehingga bulan Desember 2020 tinggal penyampaian laporan kinerja. Untuk capaian kinerja diharapkan adanya data dukung nota resmi dari KLHK dan BNPB sebagai tanda bukti bahwa data kita dipakai oleh lembaga lain.

Kapusfatja Dr. M. Rokhis Khomarudin mensosialisasikan mengenai pengelolaan keuangan yang terpusat. hasil menurut Dirjen Anggaran, lapan hanya memiliki 1 pengelolaan keuangan. Dirjen Anggaran hanya meloloskan 1 pengelolaan keuangan karena di setiap eselon 1 teknis tidak ada lagi strutural administrasi, semuanya fungsional, sehingga penelolaan akan terpusat. Gaji dan TUKIN akan dikelola oleh Sestama, tiddak akan dikelola Pusfatja. Kepala LAPAN memutuskan hanya menggunakan 1 bank saja untuk pengelolaan yaitu Bank MANDIRI. Semua pegawai Pusfatja diwajibkan memiliki rekening Bank Mandiri. Mulai tahun depan, TUKIN akan dihitung berdasarkan SIMPEG, diharapkan semua pegawai harus rajin mengisi simpeg setiap hari, meliputi logbook, capaian renaksi, laporan teknis dan lain-lain.




Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh
Jl. Kalisari No. 8, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta 13710 Telp. (021) 8710065 Fax. (021) 8722733


© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL