Unit

News



KAPUSFATJA JADI NARASUMBER DALAM WEBINAR GEOGRAFI-UNJ, RABU, 11 NOVEMBER 2020
News Writter : Iskandar • Photographers : Humas/Pusfatja • 12 Nov 2020 • Read : 107 x ,

PUSFATJA | Rabu 11 november 2020, Kapusfatja Dr. M. Rokhis Khomarudin hadir sebagai narasumber tungggal dalam Webinar Series Geografi 3.0 UNJ (Universitas Negeri Jakarta). Webinar ini merupakan sesi ke tiga dari 3 rangkaian webinar series Geografi 3.0 yang diselenggarakan oleh Program Studi S1 Pendidikan geografi, S2 Pendidikan Geografi dan S1 Geografi Fakultas Ilmu Sosial UNJ bertema “Pemanfaatan Teknologi Penginderaan jauh: Ketersediaan dan Kebutuhan Pada Masa Mendatang”. Dr. Sucahyanto M.Si KaProdi S1 Geografi dalam sambutannya menyampaikan harapannya acara webinar ini dapat berjalan dengan lancar dan sangat berguna untuk bidang kegeografian. Moderator Webinar ini adalah Dr. Cahyadi Setiawan staf pengajar di program studi Geografi di UNJ. Sebelum narasumber menyampaikan paparannya, Moderator membacakan curriculum vitae (CV) dari Narasumber beserta membacakan sejumlah publikasi yang telah dihasilkan beliau.


Paparan yang disampaikan Kapusfatja dalam webinar series Geografi 3.0, terbagi dalam 5 utama, yaitu:
1. Kebijakan dalam penyediaan dan pemanfaatan Penginderaan Jauh.
Menjelaskan peran LAPAN dalam penginderaan jauh, meliputi; penyediaan data, penyediaan informasi, pembuatan pedoaman, dan melakukan pembinaan dalam pemanfataan data penginderaan jauh.
2. Gambaran pemanfaatan Penginderaan jauh saat ini diberbagai bidang.
Menjelaskan pemanfatan data penginderaan jauh dalam Bidang sumberdaya alam, seperti; pertanian, perkebunan, perikanan, pesisir dan laut. Bidang Lingkungan, seperti; perubahan hutan, perubahan 15 DAS perioritas, perubahan 15 Danau perioritas, perubahan perkotaan, pencemaran minyak, Land Subsidence, dan Bidang kebencanaan, seperti pemantauan dan peringatan dini, analisis dampak bencana, analisis daerah bekas terdaftar. Serta Bidang strategis lainnya, seperti Identifikasi ladang ganja, pertambangan, peningkatan pendapatan pajak, Proyek Papua Terang.
3. Tantangan dalam pemanfaatan Penginderaan Jauh saat ini.
Tantangan yang harus dihadapi dalam pemanfaatan inderaja dalam waktu ini adalah penguasaan perkembangan penginderana jauh yang semakin pesat, diantaranya penguasaan pengolahan data menggunakan Machine Learning/Artificial Inteligent, tantangan dalam menghadapi perkembangan; resolusi spasial makin tinggi, temporal semakin cepat, konsttelasi satelit, mikro dan nano satelit, platform data sharing, mapping engine dan drone.
4. Proyeksi tantangan Teknologi Penginderaan Jauh masa mendatang.
Penggunaan Big Data dalam penginderaan jauh, seperti pada aplikasi PLATYPUS (PLATformYa Penginderaan Jauh Untuk Semua). Ruang lingkup kegiatan PLATYPUS adalah; Kawasn Konsevasi, Pencegahan Pencemaran, Pemanfaatan Sumberdaya Alam dan Kebencanna.
5. Kerjasama dalam lembaga pendidikan dalam pengembangan dan pemanfatatan Penginderaan Jauh.
Dalam pelaksanaan pemanfatan penginderaan jauh, LAPAN melakukan kerjasama baik riset dan non-riset dengan Kementrian/Lembaga dan pihak Swasta. Selain itu, LAPAN khususnya Pusfatja juga melakukan kerjsama dengan Perguruan Tinggi, dan Pemerintah Provinsi.




Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh
Jl. Kalisari No. 8, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta 13710 Telp. (021) 8710065 Fax. (021) 8722733


© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL