Unit

News



WEBINAR PUSFATJA BINDER SERI SPESIAL: TEMA "PENGINDERAAN JAUH UNTUK NEGERI", SELASA 20 OKTOBER 2020
News Writter : Iskandar • Photographers : Humas/Pusfatja • 21 Oct 2020 • Read : 247 x ,

PUSFATJA | Selasa, 20 Oktober 2020, Pusfatja mengadakan Webinar Bincang Inderaja (Binder) seri spesial dengan tema "Penginderaan Jauh Untuk Negeri". MC Anisa Rarasati, S.Si menngatakan, binder spesial ini sebagai penutup rangkaian webinar Binder Pusfatja. Selanjutnya, MC Anisa membacakan panduan bagi peserta Binder sebagai pembuka, tercatat 1756 peserta terdaftar dalam binder kali ini, dimana didominasi peserta dari Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah, dengan mahasiswa/pelajar mendominasi peserta. Juga dibacakan susunan acara binder, dari pembukaan, Penayangan Video Behind The Scene LAPAN WEBINAR BINDER Series, Moderator, paparan 4 narasumber, hingga penutupan LAPAN WEBINAR BINDER Series. Video Behind the Scene berisikan kesibukan pelaksanaan Binder ini, dari pembentukan kepanitiaan, pemilihan materi, pemilihan narasumber, pelaksanaan Binder itu sendiri, komentar dari struktural Pusfatja, hingga kesibukan penyediaan hadiah dan souvenir bagi peserta Binder.


Moderator Binder Spesial kali ini adalah Kapusfatja-LAPAN, Dr. M. Rokhis Khomarudin. Doktor geografi dari Ludwig Maximillian University, Jerman ini mengucapkan selamat bergabung pada narasumber dalam Binder ini. Beliau mengatakan sangat spesial sekali kita berhasil menghadirkan 4 narasumber kali ini yang sangat berkompeten dalam bidangnya, yaitu; Kepala LAPAN Prof. Dr. Thomas Jamaludin, Prof. Dr. Ketut Wikantika dari ITB dan 2 dari Pusfatja, Prof. Dr. Wikanti Asriningrum dan Prof. Dr. Dony Kushardono. Kapusfatja juga mengatakan, Binder spesial ini merupakan sari dari Binder seri#1 hingga seri#17. Jika dalam Binder seri#1 hingga seri#17 banyak dibicarakan pemanfaatan data Penginderaan jauh dalam berbagai sektor, dalam Binder spesial ini kita banyak menyinggung tentang bagaimana kebijakan penginderaan jauh di masa datang.

Kepala LAPAN Prof. Dr. Thomas Jamaluddin sebagai narasumber pertama memaparkan "Kontribusi LAPAN Untuk Indonesia Melalui Pemanfaatan Penginderaan Jauh". Dalam paparannya, Beliau menjelaskan sektor apa saja yang telah dilakukan LAPAN dalam menerapkan penginderaan jauh, seperti sektor Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Kebencanaan, serta sektor strategis lain nya. Prof Thomas yang menyelesaikan S2 dan S3 nya di jurusan Astronomi Kyoto University, Jepang, juga menjelaskan apa yang telah dilakukan LAPAN dengan penginderaan jauh, seperti melakukan pemantauan sumber daya alam, misalnya sektor pertanian, memantau pertumbuhan tanaman padi, sektor perkebunan, memantau umur kelapa sawit, sektor kelautan memantau penangkapan ikan dan illegal fishing. Inderaja juag dimanfaatkan dalam pemantauan lingkungan, seperti; perubahan hutan, DAS, pencemran minyak, dan land subsidence. Dalam ektor kebencanaan, inderaja digunakan untuk analisis kebakaran hutan dan dampak bencana. Tidak hanya itu, penginderaan jauh juga dapat dimanfaatkan dalam kegiatan yang bersifat strategis, seperti identifikasi ladang ganja, peningkatan pendapatan pajak, proyek tata ruang.

Prof. Dr. Ketut Wikantika dari ITB tampil sebagai narasumber ke-2 memaparkan "Peran Penting (strategis) Penginderaan Jauh Dalam Mebangun Indonesia". Doktor remote sensing dari Chiba University Jepang ini menjelaskan tentang ada 3 masalah di Indonesia; Populasi, Pentutup Lahan/Tata Guna Lahan dan Bencana. Beliau juga menerangkan bagaimana mebangun Indonesia dengan Penginderaan jauh. bagaimana integrasi nilai spektral dengan tekstur tanaman pertanian yang digunakan dalam pemetaan, bagaimana memonitor pertumbuhan tanaman padi menggunakan data spektral dan informasi nitrogen. Prof Ketut juga menerangkan penerapan inderaja dalam pemetaan tanaman tebu dengan UAV, pemodelan tanaman sawit dengan LIDAR, ekstraksi karakteristik tanah dengan inderaja, dan penerapan lainnya.

Narasumber ke-3 adalah Prof. Dr. Wikanti Asriningrum dari Pusfatja. Prof Wikanti memmaparkan "Pemanfaatan Penginderaan Jauh Dalam Menggerakkan Sektor-Sektor Pembangunan Nasional". Pusfatja bisa berfungsi sebagai; Penyelenggara, Koordinator, pembina. Prof Wikanti juga menrangkan hubungan inderaja dengan SDG's khususnys SDG's Desa. Beliau Menerangkan juga, Inderaja menggunakan google earth engine (GEE), Big data, Smartphones menjadi sistem yang cepat dan sederhana yang dapat mengelola sumberdaya alam, mitigasi bencana alam. Tidak lupa pula, diterangkan juga bagaimana inderja digunakan untuk mendeteksi geo-bio-fisik pesisir dan pulau kecil vulkanik, klasifikasi bentuk lahan. Serta bagaimana klasifikasi pulau kecil berdasarkan tektogenesis.

Prof. Dony Kushardono sebagai narasumber ke-4 memaparkan "Peluang dan tantangan Penginderaan Jauh ke Depan". Prof. Dony menyampaikan perkembangan inderaja di Indonesia dari tahun 1971 hingga 2020, khususnya di LAPAN. Dimulai dari pemakaian kamera, pengkajian data inderaja, pembanguna stasiun bumi Parepare, hingga satelit LAPAN A1, A2 dan A3. Juga di terangkan tentang peluang penggunaan data inderaja yang semakin besar, karena semakin tinggnya kebutuhan akan data inderaja baik optik amupun radar, serta penyediaan data penginderaan jauh di LAPAN. Tantangan yang dihadapi dimasa depan menurut Prof. Dony adalah; Optimalisasi big data penginderaan jauh (multsource, multiresolusi, multitemporal dan multi satelite) dan tutunan yang tinggi menenai kecepatan, ketepatan dan akurasi inderja meliputi meotde (pengolahan big data, akurasi informasi, otomatisasi dan standarisasi).

Setelah sesi tanya jawab dan diskusi, Binder seri spesial "Penginderaan Jauh Untuk Negeri" ditutup secara resmi oleh Kwpala LAPAN Prof. Dr. Thomas Jamaluddin. Dalam Kata penutupnya, Prof Thomas mengatakan, selama masa pandemi ini, kita bisa memanfatakan kegiatan dengan positif melakukan webinar, berbagi informasi dan pengetahuan dengan narasumber dari berbagai PT, Instansi, dan Lembaga sehingga dapat dinikmati peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Kondisi mebuat kita berinofasi, dan teknologi memfasilitasinya. Mudah-mudahan kegiatan webinar ini menjadi pelajaran dan manfaat dari LAPAN, bagaimana kita berbagi dan mensosialisikan inderaja agar lebih bermasyarakat. Kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam webinar ini dan para narasumber , semoga semua ini bermanfaat bagi kita semua.



Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh
Jl. Kalisari No. 8, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta 13710 Telp. (021) 8710065 Fax. (021) 8722733


© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL