Fokus Layanan

Berita



KAPUSFATJA JADI PEMBICARA DALAM WEBINAR KEMENKO KEMARITIMAN "PEMETAAN RESIKO BENCANA LAND SUBSIDENCE". KAMIS, 08 OKTOBER 2020
Penulis Berita : Iskandar • Fotografer : Humas/Pusfatja • 11 Oct 2020 • Dibaca : 1223 x ,

PUSFATJA | kamis 08 Oktober 2020, Kapusfatja Dr. M. Rokhis Khomarudin tampil sebagai salah seorang pembicara dalam webinar "Kesiapan Infrastruktur Monitoring dan Pemetaan Resiko Bencana Land Subsidence (Amblasan Tanah) di Indonesia" yang diselenggarakan Kemenko Kemaritiman. Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Kemaritiman dan Investasi Dr. Ir. Nani Hendiarti, M.Sc dalam sambutannya mengatakan, Fenomena Land Subsidence (Amblasan tanah) di Indonesia umumnya disebabkan; 1. Naiknya permukaan air laut karena perubahan iklim, 2. Pengambilan air tanah yang berlebihan, dan 3. Efek Pembebanan pada lapisan permukaan tanah. Di Indonesia ada sekitar 112 Kabupaten/Kota di pesisir yang berpotensi mengalami banjir Rob dan terancam tenggelam permanen, dimana estimasi kerugisn bisa mencapai 1000 Trilyun rupiah. Upaya pengendalian Land Subsidence di 3 kota, Semarang, Demak dan Pekalongan masih sebatas adaptasi dan bersifat pengendalian sementara untuk mengendalikan banjir rob. Perlu penyelesaian yang terintegrasi dan holistik dari hulu hingga hilir. telah dibentuk pokja antar K/L dan kerjasama bilateral dengan pemerintah Belanda di Semarang dan NCICD di jakarta.

Ada 4 pembicara dalam webinar Kemenko Kemaritiman dan Investasi ini, yaitu:
1. Mohamad Arief Syafi'i dari BIG (Pembicara Kunci)
2. Dr. M. Rokhis Khomarudin dari PUSFATJA-LAPAN
3. Ir. Andiani, MT dari Kementrian ESDM
4. Abdul Muhari dari BNPB

Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh, Dr. Rokhis Khomarudin, memaparkan "Hasil pemantauan penurunan muka tanah (land subsidence) di beberapa kota besar di Pulau Jawa berdasarkan dadta satelit penginderaan jauh". Kapusfatja diawal paparannya menceritakan definisi land subsidence, faktor penyebabnya, dan pemantauan land subsidence di beberapa kota/wilayh di indonesia. Selanjutnya diceritakan tentang metode yang digunakan untuk mendapatkan informasi land subsidence menggunakan data SAR (Synthetic Aperture Radar dengan pendekatan Interfreometry SAR (InSAR) dalam rentang waktu 5 tahun, dengan contoh kota Jakarta, Bandung, Cirebon, Pekalongan, Semarang, dan Surabaya.



Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh
Jl. Kalisari No. 8, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta 13710 Telp. (021) 8710065 Fax. (021) 8722733


© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL