Unit

News



WEBINAR PUSFATJA BINDER SERI#12: TEMA "BATIMETRI", JUM'AT 4 SEPTEMBER 2020
News Writter : Iskandar • Photographers : Humas/Pusfatja • 06 Sep 2020 • Read : 6450 x ,

PUSFATJA | Jum'at 4 September 2020, 1322 peserta terdaftar pada Binder seri ini dan masih di dominasi peserta terbanyak dari Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah.Demikian yang disampaikan Adinda, sebagai MC pada Binder ini setelah membacakan panduan peserta Binder. MC Adinda juga mebacakan susunan acara Binder Seri#12 serta memperkenalkan para Narasumber dan Moderator. Kali ini sebagai Moderator adalah Perekayasa Muda Pusfatja, Dra. Maryani Hartuti, M.Sc. Perekayasa yang meraih magister Oseanografi di University of Southampton (UK) mengawali Binder dengan menjelaskan betapa pentingnya Batimetri bagi negara maritim. informasi batimetri ini banyak digunakan untuk pelayaran, navigasi, wisata bahari, pembangunan wilayah pesisir dan lain-lain. Untuk membahas masalah Batimetri ini akan dibahas oleh 3 narasumber, yaitu; Kuncoro Teguh Setiawan, S.Si, M.Si dari Pusfatja-LAPAN, Fajar Triady Mugiarto, ST, MT. dari BIG dan Kolonel Laut (KH) Ir. Abdul Aziz Muttaqim dari Pushidrosal-TNI-AL.

Narasumber Webinar Pusfatja Binder Seri#12 Jum'at 4 September 2020


Narasumber pertama Kuncoro Teguh Setiawan, S.Si, M.Si menyampaikan materi "Pemodelan Batimetri berbasis Data Satelit Penginderaan jauh". Penampilan Narasumber "penuh pesona" yang ditunggu-tunggu sahabat Binder wanita ini menjelaskan apa itu batimetri, manfaatnya, Bagaimana pemodelan batimetri berbasis data Satelit, 2 model yang digunakan yaitu model empirik dan model semi analitik. Selain itu, dijelaskan juga beberapa model empirik yang digunakan pada beberapa lokasi diwilayah indonesia. Sedangkan model semi analitik menggunakan metode Benny Dawson (BD) yang digunakan pada data SPOT-6 dan SPOT-7.

Narasumber ke-dua Fajar Triady Mugiarto, ST, MT dari BIG menyampaikan materi "Pemanfaatan Satelitte Derived Bathymety untuk Mendukung Percepatan Pemetaan Skala Besar". surveyor Pemetaan madya ini menjelaskan target RPJMN 2020-2024, meliputi Integrasi peta darat dan laut, survey batimetri dan survey perairan dangkal. Metode yang digunakan adalah mekanis, gelombang suara/akustik dan penginderaan jauh 9optik, radar). Ditampilkan juga hasil-hasil yang telah dilakukan di berbagai wilayah. BIG juga merencanakan survey garis pantai hingga tahun 2024, dari pantai Lampung dan banten, pantai barat Sumatera, pantai selatan Jawa, Bali, NTB-NTT dan pantai Sulawesi. Serta ditampilkan juga rencana Pemetaan Batimetri di 7 Taman Nasional dan 10 Kawasan Konservasi.

Narasumber ke-tiga adalah Kolonel Laut (KH) Ir. Abdul Aziz Muttaqim,menyampaikan "Pemanfaatan Satellite Derived Bathymetry (SDB) untuk Pemenuhan Kebutuhan Informasi Batimetri dan Spesifikasinya serta Keberterimaan oleh IHO". Kolonel Laut yang bertugas di Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (PUSHIDROSAL) ini menyampaikan betapa pentingnya Indonesia melaksanakan pelayanan Hidrografi nasional. Disampaikan juga fungsi dan tanggung jawab hidrografi publik sebagai tugas Lembaga Hidrografi Nasional. Selain itu ditampilkan, contoh menrapan SDB menggunakan citra Sentinel-2 pada area kapal yang kandas. Diceritakan juga kerjasama yang telah dilakukan antara PUSHDROSAL dengan PUSFATJA-LAPAN.



Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh
Jl. Kalisari No. 8, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta 13710 Telp. (021) 8710065 Fax. (021) 8722733


© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL