Unit

News



WORKSHOP LAPAN-JAXA ALOS-2 USAGE, 17 - 18 Februari 2020
News Writter : Anang editor James • Photographers : Anang • 18 Feb 2020 • Read : 8351 x ,

PUSFATJA| Selasa, 18 Februari 2020. LAPAN dan JAXA mengadakan "Workshop LAPAN-JAXA ALOS-2 USAGE" di Pusfatja. Workshop ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan kerjasama antara LAPAN dan JAXA yang telah berlangsung sebelumnya. Kegiatan yang berlangsung 2 hari ini, dikuti oleh internal LAPAN dan perwakilan instansi lain sekitar 45 peserta pada hari pertama dan 30 peserta pada hari ke dua, diantaranya; BPPT, KKP, KLHK dan Kementan. Acara workshop ini diawali sambutan dari LAPAN oleh Kapusfatja dan dari JAXA, lalu penyerahan cendramata dari JAXA ke LAPAN dan dilanjutkan foto bersama yang dikuti seluruh peserta. Dr. Rokhis Khomarudin selaku Kapusfatja menyampaikan, pemakaian citra optis dibandingkan citra SAR dalam komunitas penginderaan jauh sekitar 80 : 20. Padahal untuk Indonesia yang wilayahnya sering tertutup awan, citra SAR menjadi sangat penting. Saat ini, citra SAR yang sering digunakan adalah Sentinel-1, karena data tersebut dapat diperoleh dengan gratis. Adanya kolaborasi LAPAN-JAXA dalam pemanfaatan data ALOS-2 dapat memeperkaya penggunaan citra SAR. Pusfatja sendiri telah memanfaatkan data SAR, diantaranya; pemantauan illegal logging menggunakan data Sentinel-1, pemantauan tumpahan minyak menggunakan data Sentinel 1 dan pemantauan pertumbuhan tanaman sawit menggunakan ALOS-ScanSAr.



sambutan Dr. Rokhis Khomarudin (Kapusfatja)

Dr. Sobue Shinichi dalam sambutannya menyampaikan ada tiga fokus utama dalam program satelit JAXA, yaitu; pemantauan dan mitigasi bencana, pemantauan perubahan iklim, serta navigasi dan komunikasi. satelit ALOS-2 sendiri merupakan satelit yang dibuat dengan misi pemantauan bencana, tanah, agrikultur, sumber daya alam, serta pemantauan es dan maritim. Pemanfaatan data ALOS-2 yang telah dilakukan JAXA melalui kerjasama luar negeri, diantaranya; pemantauan banjir di Myanmar (Juli 2018) dan pemantauan erupsi gunung Krakatau di Indonesia (22 Desember 2018). JAXA juga memiliki sistem monitoring deforestasi yang disebut JJ-FAST (JICA-JAXA Forest Early Warning System in the Tropics) yang melakukan monitoring di 77 negara menggunakan ALOS-2 dengan mode ScanSAR. Selain itu, Dr. Sobue juga menjelaskan spesifikasi remporal dan spasial ALOS-2 dengan ketiga model observasinya (strip map, ScanSAR, Spotlight) juga rencana peluncuran ALOS-4 di tahun 2021 mendatang.



Sambutan dari Dr. Sobue Shinichi (JAXA)



Penyerahan cendramata dari JAXA ke LAPAN


Acara utama adalah presentasi dari perwakilan Indonesia dan JAXA dan diakhiri dengan sesi diskusi untuk masing-masing topik. Presenter dari Indonesia di antaranya adalah Dr. Rahmat Arief (LAPAN) menyampaikan status data mirroring di LAPAN dan penggunaan ALOS-2 PALSAR, seperti dmbuatan peta tutupan lahan pulau Sumatra dengan random trees classifier dan SVM classifier, klasifikasi hutan non-hutan di Jambi, penyusutan hutan di Hutan Harapan, deforestasi di Toba, Samosir, estimasi area terbakar di Jambi dan lain sebagainya., Dr. Rhizatus Sofiati (Kementan) menyampaikan tentang pemantauan padi menggunakan data radar sudah dimulai sejak 1997/98 tetapi implementasinya baru dilakukan sejak 2014.


Dr. Agustan sebagai wakil dari PSDA BPPT dan juga ketua MAPIN menerangkan pengalamannya menggunakan ALOS-2 melalui sebuah kerjasama dengan JAXA yang meliputi penilaian untuk perubahan penutup lahan (khususnya terkait lahan terbakar), penurunan muka tanah (di perkotaan dan lahan gambut), dan soliton wave. Dr. Teja Arief Wibawa (KKP) menyampaikan bahan terkait pengunaan satelit radar untuk pemantauan maritime di wilayah perairan Indonesia. Citra radar digunakan untuk menentukan kapal yang tidak terdeteksi dengan data AIS dan VMS. Pemantauan distribusi kapal juga dipantau menggunakan sentinel 1A/1B. Selain itu, dilakukan juga pemantauan tumpahan minyak menggunakan data radar COSMO SkyMED. Dr. Ahmad Basyiruddin Usman (KLHK) menyampaikan fokus KLHK adalah menekan angka kriminalitas illegal logging di hutan. Sementara ini, KLHK masih menggunakan data citra optis, belum memanfaatkan citra radar. Ir. Ita Carolita, M.Si (LAPAN) menyampaikan pemetaaan dan identifikasi umur kelapa sawit berbasis citra satelit ALOS ScanSAR. Sedangkan presenter dari pihak JAXA di antaranya adalah Dr. Sobue Shinichi, Dr. Tsugito Nagano, Dr. Kei Oyoshi dan Dr. Tomokazu Kobayashi.



Suasana Pelaksanaan Workshop


Acara workshop pada hari ke dua adalah "INSAR Lecture" oleh Dr. Tomomokazu Kobayashi dan LAPAN-JAXA-1st Periodical meeting. Dr. Tomokazu dari geospastial information authority of Japan menyampaikan materi tentang data SAR dalam 3 tingkatan; pemula, menengah dan lanjutan. Untuk tingkat pemula, disampaikan tentang kelebihan data L-Band dibandingkan C-band, cara mendapatkan data ALOS dan prossingya. Untuk tingkat menengah, disampaikan tentang pemetaan perubahan permukaan tanah (displacement field) secara 2.5D / 3D dimana pergerakan dilihat secara vertikal (up-down) dan horizontal (north-south dan east-west). Untuk tingkat lanjut, diterangkan tentang GSISAR untuk menghilangkan pengaruh gangguan ionosfer dan troposfer, salah satunya menggunakan metode range split-spectrum.


Pertemuan LAPAN-JAXA pertama ini, didapat kesepakatan, diantaranya; 1. Lapan akan berpatisipasi pada ISECG, 2. LAPAN akan menjadi koordinator pada Project SAFE Agromet dan SAFE Crop Monitoring, 3, LAPAN akan mengajukan 5 topik proposal untuk pemanfaatan ALOS-2 pada pertengahan Maret 2020.



Pemaparan materi oleh Dr. Tomokazu Kobayashi



Pelaksanaan bilateral meeting LAPAN-JAXA



Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh
Jl. Kalisari No. 8, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta 13710 Telp. (021) 8710065 Fax. (021) 8722733


© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL