Fokus Layanan

Berita



WORKSHOP DAN PELATIHAN TROPICAL PEAT VIEW DI PUSAFTJA, 8 - 9 OKTOBER 2019
Penulis Berita : Carolita • Fotografer : Dinda • 10 Oct 2019 • Dibaca : 177 x ,

PUSFATJA | 10 Oktober 2019, Deputi Penginderaan Jauh LAPAN bekerjasama dengan Wageningen University (WUR) dan SARVision (SV) dari Belanda melaksanakan workshop yang bertujuan untuk mendemonstrasikan hasil dari pengembangan system observasi lahan gambut tropis (tropical peat view) yang dilakukan oleh WUR dan SV serta menampilkan pencapaian riset dan kajian dari beberapa instansi pemerintah, LSM dan swasta. Workshop ini adalah sebagai salah satu upaya LAPAN dalam membantu Badan Restorasi Gambut dalam merestorasi gambut dengan menggunakan data penginderaan jauh. Workshop dibuka oleh Deputi Bidang Penginderaan Jauh LAPAN Dr. Orbita Roswintiarti dan dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Orbita R, dari Deputy Bidang Penelitian dan Pengembangan Badan Restorasi Gambut (BRG). Dalam sambutannya, Deputi Penginderaan Jauh LAPAN menyampaikan bahwa transfer teknologi adalah hal yang penting dan implementasi dari hasil teknologi harus dilakukan untuk seluruh Indonesia dengan memperhatikan kondisi Indonesia. Selain itu disampaikan perlunya kerjasama nasional dan internasional baik untuk peningkatan kapasita sumber daya manusia, maupun kapasitas teknologi. Sedangkan Deputi BRG menyampaikan, banyak sekali kegiatan penelitian mengenai gambut tetapi belum bisa mendukung secara real untuk memecahkan masalah di lahan gambut, contoh dalam hal water management, dan memanaje area agar sustainable. Penginderaan jauh adalah teknologi yang diharapkan bisa memberi aksi dan follow up yang lebih jelas.



Peserta yang hadir pada tanggal 8 Oktober 2019 adalah sekitar 45 orang, terdiri dari LAPAN, KLHK, BPPT, BRG, WRI, FAO, APP Sinas Mas, CII, WWF, BRG-REF. Sedangkan presentasi disampaikan oleh WUR dan SV, BRG, LAPAN, WRI, WWF, BBPT, dan KLHK. Hari pertama pada Workshop ini membahas bagaimana Tropical Peat View service ini dapat membantu BRG, LAPAN dan pemerintah Indonesia dalam kaitannya dengan kebutuhan mereka, termasuk bagaimana teknologi dapat ditransfer ke LAPAN dan dapat ditingkatkan ke seluruh Indonesia. DR. Dirk Hoekman (Wageningen Universiy) menyampaikan tentang penggunaan data radar dan optic dalam mendeteksi kanal yang baru, monitoring hidrologi, deforestation, degradation dan bekas kebakaran. Selanjutnya dibahas langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk saling berkoordinasi dan terintegrasi dalam pemanfaatan teknologi termasuk teknologi penginderaan jauh dalam memonitor dan merestorasi gambut.



Hari kedua dari workshop ini adalah pelaksanaan training sebagai pelatihan bagi pengguna tentang cara menggunakan portal Tropical Peat View. Selanjutnya dilakukan evaluasi terhadap portal tersebut untuk peningkatan performa dari portal. Jumlah peserta sekitar 40 orang dari LAPAN, BPPT, KLHK, FAO, BRG-REF, WRI, APP dan CII. Training disampaikan oleh Wilbert Van Rooij dari SAR Vison.

Workshop ini memberikan solusi, bagaimana penginderaan jauh dapat memenuhi kebutuhan dalam memperoleh informasi terakit dengan montirong di lahan gambut karena resolusi temporalnya sehingga dapat diperoleh informasi secara peiodik dan juga data historis; perlunya kerjasama dan sinergitas antara instansi pemerintah, LSM , sector swasta dalam melaksanakan kajian dan riset, sehingga data dapat digunakan secara bersama, serta diperoleh hasil yang lebih baik dan akurat. Akurasi adalah hal yang penting, namun implementasi dari hasil (model) yang diperoleh harus segera dilakukan dengan terus meningkatkan akurasi dan sinergitas kerja sama.








Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh
Jl. Kalisari No. 8, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta 13710 Telp. (021) 8710065 Fax. (021) 8722733


© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL