Fokus Layanan

Berita



BIMTEK PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH UNTUK KETAHANAN PANGAN DI BAPPEDA ACEH, 11-15 MARET 2019
Penulis Berita : Humas/Pusfatja • Fotografer : aji,dika • 17 Mar 2019 • Dibaca : 353 x ,

PUSFATJA | 15 Maret 2019. Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan daerah Provinsi Aceh menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Pemanfaatan Penginderaan Jauh untuk Ketahanan Pangan selama 5 hari, tanggal 11 – 15 Maret 2019 di Banda Aceh, Provinsi NAD.

Bimtek di buka oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan Pusat Data Geospasial Aceh (UPTB-PDGA) M. Fahri dan dari LAPAN diwakili peneliti senior Pusfatja, Dr. Dede Dirgahayu Domiri. M. Fahri dalam sambutannya mengatakan, UPTB-PDGA berusaha meningkatkan kapasitas SDM nya terkait dengan pemanfaatan data dan informasi penginderaan jauh, berdasarkan MOU 2017 mengenai pemanfaatan teknologi berbasis spasial yang merupakan tindak lanjut dari MOU yang telah dibuat sebelumnya. Pemanfaatan data dan informasi penginderaan jauh, khususnya informasi pangan berbasis spasial menjadi hal yang sangat dibutuhkan untuk monitoring, prediksi fase tanam padi dan menghitung luasannya.

Lebih lanjut, M. Fahri mengatakan, informasi dari data satelit diharapkan mampu menjadi bahan dalam penentuan kebijakan terkait pangan, khususnya di Aceh, saat ini membutuhkan +- 5000 Ha sawah produktif. Untuk lahan sawah seluas itu, dibutuhkan informasi yang akurat, sehingga interpretasi yang tidak tepat atau bias akan menghasilkan perencanaan yang buruk dikemudian hari. Dilatar belakangi dengan pentingnya data spasial, maka diperlukan peningkatan kapasitas SDM yang akan memanfaatkan data tersebut untuk mendukung ketahanan pangan suatu wilayah, karena ketahanan pangan merupakan hal yang sangat fundamental yang dimiliki suatu negara/wilayah.



Dr. Dede Dirgahayu dalam paparan awalnya menceritakan pengenalan umum tentang Pusfatja-LAPAN, Kelompok Penelitian Wilayah Darat (SDWD) meliputi bidang pertanian, perkebunan dan kehutanan. Penelitian ketiga bidang tersebut ditujukan untuk ketahanan dan kemandirian pangan (swasembada pangan). Jika ketahanan pangan bisa tercapai, didukung dengan distrbusi yang baik, maka akan meningkatkan kekuatan ekonomi. Disinilah LAPAN berperan untuk memberikan informasi berbasis spasial yang bisa dimanfaatkan oleh berbagai pihak, sehingga pengembangan informasi tersebut bisa dilakukan oleh pihak terkait.



Bimtek Penginderaan jauh untuk Ketahanan pangan dikuti oleh 35 peserta dari berbagai instansi pemerintah di Aceh. Materi yang diberikan dalam bimtek ini diantaranya, Pengenalan Pusfatja dan PJ, Pembuatan akun Google Engine (GE), Pengenalan fungsi script yang tersedia di GE, memanfaatkan script yang ada di GE sesuai kebutuhan. Selain itu, diajarkan juga mengenai membuat stack ENVI, bagaimana melakukan konversi file, membuat fungsi dan mozaik file, dengan nara sumber Dr. Dede Dirgahayu di bantu Aji Permana, S.Si dan Andika S.Kel. Untuk validasi hasil pengolahan data, dilakukan survey lapangan untuk membandingkan hasil pengolahan dengan objek sesungguhnya di lapangan.






Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh
Jl. Kalisari No. 8, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta 13710 Telp. (021) 8710065 Fax. (021) 8722733



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL