Fokus Layanan

Berita



WORKSHOP IDENTIFIKASI SAWIT MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH
Penulis Berita : • Fotografer : • 22 Aug 2017 • Dibaca : 589 x ,

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sesuai dengan Undang Undang Keantariksaan No. 13 Tahun 2013 berkewajiban menyediakan data satelit penginderaan jauh bebas awan setiap tahun. Melalui stasiun bumi penginderaan jauh LAPAN di Parepare Sulawesi Selatan, LAPAN telah mampu menerima data dari berbagai macam satelit, dari resolusi rendah (MODIS), resolusi menengah (Landsat-8) dan resolusi tinggi (SPOT-6/7). Data satelit yang telah diterima LAPAN selanjutnya diolah dan disimpan di Bank Data Penginderaan Jauh Nasional (BDPJN).

Data SPOT-6/7 dengan resolusi 1.5x1.5 meter dapat digunakan untuk identifikasi lahan khususnya lahan kelapa sawit. Satu pohon kelapa sawit dapat diidentifikasi dengan jelas dari data SPOT-6/7, identifikasi dapat dilihat dari tata letak tanaman sawit dan warna tertentu pada kombinasi warna natural color. Data Landsat dengan resolusi 30x30 meter dengan ketersediaan data dari tahun 1990 dapat digunakan untuk identifikasi saat pembukaan lahan sawit. Dengan menggabungkan data SPOT-6/7 dan Landsat maka dapat digunakan untuk identifikasi lahan dan umur sawit dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Sementara itu, perkembangan luas tanaman kelapa sawit yang cukup cepat menuntut untuk dilakukannya perbaikan luas lahan kelapa sawit. Teknologi penginderaan jauh menjadi alternatif utama untuk digunakan dalam penghitungan luas sawit yang akurat dan terkini.

Workshop ini selain untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia juga menghasilkan informasi luas terkini mengenai luas lahan kelapa sawit. Selanjutnya informasi yang dihasilkan dapat digunakan untuk kepentingan perpajakan, monitoring perubahan lahan dan lainnya.

Kegiatan Workshop Identifikasi Sawit Menggunakan Data Penginderaan Jauh, dilaksanakan di Jakarta, 21 - 25 Agustus 2017, diselenggarakan atas kerjasama antara : Kementerian Pertanian, Komisi Pemberantasan Korupsi, Pusat Teknologi dan Data, Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh, LAPAN. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui luas lahan sawit berdasarkan kelompok umur menggunakan data penginderaan jauh multi misi dan analisa ketelitiannya di Provinsi Kalimantan Tengah, Riau, dan Sumatera Selatan. Kegiatan ini dibuka oleh Deputi Bidang Penginderaan Jauh, LAPAN, Dr. Orbita Roswintiarti, M.Sc. dan dihadiri oleh pejabat struktural dari masing-masing K/L yang terkait. Tim pengajar yaitu: Drs. Kustiyo, M.Si, Dra. Tatik Kartika. M.Si., Dra Ita Carolita, M.Si,; dan tim teknis lainnya.

Jumlah peserta +/- 30 orang, dari instansi sbb: Kantor DJP (4 peserta); Ditjen Perkebunan, Kementan (12 peserta); Dinas Perkebunan, Provinsi Kalimantan Tengah (4 peserta); Dinas Perkebunan, Provinsi Riau (4 peserta); Dinas Perkebunan, Provinsi Sumatera Selatan (4 peserta); dan KPK (2 peserta). Kualifikasi perserta adalah yang dapat melakukan interpretasi lahan dari data satelit khususnya untuk kelapa sawit dan dapat menggunakan perangkat lunak spread sheet/excel.

Data utama yang digunakan adalah: Mosaic data satelit Landsat tahunan dari tahun 1990 sampai 2016 dari berbagai sumber (LAPAN, USGS, UMD) yang sudah diolah oleh LAPAN dan University of Maryland (UMD). Mosaic data SPOT-6/7 hasil perekaman stasiun bumi LAPAN dari tahun 2013 sampai 2016 dengan resolusi spasial 1.5x.1.5 meter hasil pengolahan lanjut oleh LAPAN. Sedangkan data pendukung yang digunakan adalah: Batas Administrasi Kabupaten/Kota dari BIG; Konsesi lahan sawit Indonesia dari Global Forest Watch; dan Peta lahan sawit.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh
Jl. Kalisari No. 8, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta 13710 Telp. (021) 8710065 Fax. (021) 8722733



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL