Fokus Layanan

Berita



PUSAT PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH MENGHADIRI WORKSHOP PENANGANAN ROB PEKALONGAN
Penulis Berita : Priyatna • Fotografer : suwarsono • 17 Jun 2017 • Dibaca : 625 x ,

Pada tanggal 17 Juni 2017, Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN, menghadiri workshop "Penanganan Rob Pekalongan". Acara berlangsung di Hotel Horison, Kota Pekalongan. Kegiatan workshop ini diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Peduli Rob (FKPR) Pekalongan berkolaborasi dengan Pemerintah Kab Pekalongan, Pemerintah Kota Pekalongan, Universitas Pekalongan (UNIKAL), Universitas Sultan Agung (UNISSULA), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, IPB, dan LAPAN. Workshop ini mengusung tema "Berpikir dan Bergerak Bersama dalam Penangan Rob Pekalongan".

Workshop dihadiri oleh Bupati Pekalongan (H. Asip Kholbihi, S.H., M.Si.) dan Walikota Pekalongan (H. Achmad Alf Arslan Djunaid, S.E.). Workshop mengundang pembicara utama Dr. M. Rokhis Khomarudin (Kapusfatja LAPAN), Suwarsono, S.Si., M.Si. dan Fajar Yulianto, S.Si., M.Si. (Peneliti Pusfatja LAPAN), Ir. H. Ruhban Ruzziyatno, M.T. (Kepala BBWS Pemali Juana), Prof. Dr. Ir. Slamet Imam Wahyudi, DEA (Dosen Fakultas Teknik Sipil UNISSULA), Dr.Ir. Baba Barus, M.Sc. (Dosen Fakultas Pertanian IPB), Muhammad Arifin (Peneliti Community Development IPB), dan Ir. Hadi Pranggono, M.Pi. (Dekan Fakultas Perikanan UNIKAL).

Di dalam kesempatan ini, Kapusfatja bersama para peneliti dari Pusfatja LAPAN menyampaikan hasil-hasil penelitian terkait dengan "Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Mendukung Penanggulangan Permasalahan Banjir Pasang Surut (Rob) di Kota dan Kabupaten Pekalongan". Penelitian ini dilakukan untuk mencari dan memahami akar permasalahan munculnya rob, khususnya dari aspek fisik, dari informasi yang bisa dideteksi, diekstraksi dan diinterpretasi dari data penginderaan jauh. Secara lebih khusus, tujuan riset yang dipaparkan adalah; 1) melakukan identifikasi perubahan morfologi “bentuk lahan” dan “penggunaan lahan” yang dilakukan secara multitemporal dari tahun 1978 – 2017; 2) melakukan identifikasi penurunan permukaan tanah atau landsubsidence; 3) melakukan pemodelan daerah terdampak banjir pasang air laut (rob) dan prediksinya, berdasarkan identifikasi perubahan bentuk lahan, penggunaan lahan dan penurunan permukaan tanah (landsubsidence ); 4) membuat model skema efektivitas upaya penanggulangan banjir pasang air laut (berkaitan dengan upaya pemerintah daerah dan pusat), 5) membuat model rekomendasi upaya penanggulangan banjir pasang air laut (rob).

Hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Pusfatja (Fajar Yulianto, dkk), telah berhasil mengungkapkan fakta-fakta yang diduga kuat sebagai penyebab banjir rob di Pesisir Pekalongan, yaitu: 1) telah terjadi perubahan morfologi “Beting Gisik” sebagai tanggul alami pada periode 1978 – 2016. Perubahan morfologi pada “Beting Gisik” berkaitan dengan perubahan penggunaan lahan dalam hal pembukaan lahan untuk area tambak, yang disertai pembuatan sudetan atau kanal yang menghubungkan saluran sungai/ laut dan area tambak; 2) Telah terjadi penurunan tanah / landsubsidence yang memberikan pengaruh besar pada terbentuknya dan terbukanya wadah air di daratan, yang disebabkan oleh meningkatnya jumlah lahan permukiman danaktivitas penurapan air tanah dalam secara berlebihan; 3) Telah terjadi pemanfaatan wilayah rawan banjir (backswamp) untuk area permukiman; 4) Tanggul penahan gelombang tidak mampu menahan air laut yang masuk ke daratan (fakta di lapangan); 5) Pendangkalan saluran sungai, yang disebabkan oleh penumpukan endapan sampah (fakta di lapangan). Di dalam hasil kajiannya, juga disampaikan beberapa rekomendasi yang secara umum yaitu; 1) perlu adanya upaya serius dari Pemerintah (Daerah dan Pusat) sebagai motor penggerak dengan melibatkan seluruh komponen yang ada dalam rangka penanggulangan rob yang akar permasalahannya lebih karena dampak dari "aktivitas manusia"; dan 2) perlu dilakukan upaya dan strategi dalam jangka pendek, menengah dan panjang, baik konstruksi maupun non-konstruksi, yang semuanya diarahkan kepada terwujudnya pemanfaatan lahan yang harmonis, manusia-lingkungan, sesuai dengan kodrat alami wilayah pesisir Pekalongan.

Hasil-hasil penelitian yang dipaparkan oleh tim dari Pusfatja LAPAN mendapatkan apresiasi yang tinggi, khususnya dari Bupati Pekalongan dan Walikota Pekalongan, karena merupakan suatu wujud nyata kontribusi penelitian dalam memberikan solusi bagi permasalahan bangsa, khususnya permasalahan rob di Pekalongan.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
PUSAT PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH MENGHADIRI WORKSHOP PENANGANAN ROB PEKALONGAN
17 Jun 2017
Pada tanggal 17 Juni 2017, Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN, menghadiri workshop "Penanganan Rob Pekalongan". Acara berlangsung di Hotel Horison, Kota Pekalongan. Kegiatan workshop ini diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Peduli…
Arabian Journal of Geosciences July 2015, Volume 8, Issue 7, pp 4717–4739
30 Aug 2016
The applications of Monte Carlo algorithm and energy cone model to produce the probability of block-and-ash flows of the 2010 eruption of Merapi volcano in Central Java, Indonesia. Arabian Journal…
Sosialisasi dan Lokakarya Penyediaan dan Pemanfaatan Data Satelit Penginderaan Jauh Untuk Mendukung Perencanaan Pembangunan di Provinsi Kalimantan Barat
03 May 2016
Dalam rangka meningkatkan layanan publik kepada masyarakat, Deputi Bidang Penginderaan Jauh – LAPAN mengadakan acara sosialisasi dan lokakarya penyediaan dan pemanfaatan data satelit penginderaan jauh untuk mendukung perencanaan…

Kontak kami :
Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh
Jl. Kalisari No. 8, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta 13710 Telp. (021) 8710065 Fax. (021) 8722733



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL