Fokus Layanan

Berita



DEPUTI BIDANG PENGINDERAAN JAUH LAPAN MELAKSANAKAN BIMBINGAN TEKNIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN DALAM MENGOLAH DATA PENGINDERAAN JAUH BAGI STAF KEMENTERIAN/LEMBAGA DAN PEMERINTAH DAERAH GELOMBANG IV
Penulis Berita : Priyatna • Fotografer : Sunaryo • 02 May 2017 • Dibaca : 768 x ,

DE-INDERAJA | Deputi Bidang Penginderaan Jauh LAPAN kembali menyelenggarakan pelatihan Pengolahan Data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) Gelombang III yang diikuti oleh 20 peserta dari Kementerian/Lembaga dan Pemerintahan Daerah. Pelatihan tersebut dilaksanakan selama 5 hari kerja tanggal 2 - 6 Mei 2017, bertempat di Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh dan Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh, Pekayon, Jakarta.

Pelatihan Pengolahan Data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) diikuti oleh peserta dari K/L dan berbagai tenaga teknis yang berasal dari Palembang,Bengkulu, Kabupaten Barito Selatan-Kalimantan Tengah, Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Mempawah-Kalimantan Barat, Kota Waringin Barat-Kalimantan Selatan, Makasar-Sulawesi Selatan, Temanggung-Jawa Timur, KKP-Jakarta, serta Universitas Sriwijaya, Palembang dan Universitas Bengkulu.

Dalam sessi acara sambutan dan pembukaan Bimbingan teknis ini, Deputi Bidang Penginderaan Jauh, diwakilkan oleh Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh, Dr. rer. nat. M. Rokhis Khomarudin, M.Si., dalam penjelasannya, disampaikan bahwa perlunya diadakan pelatihan reguler tentang pengolahan data penginderaan jauh untuk pengenalan dasar bagaimana mengolah data dan informasi penginderaan jauh untuk mendukung pembangunan pemerintah daerah, terutama dalam perencanaan pembangunan dan tata ruang daerah, monitoring kebencanaan maupun inventarisasi sumber daya alam di darat dan laut.Dijelaskan juga terkait profile Deputi Penginderaan Jauh secara detail, baik struktur organisasi dan kegiatan yang telah dan yang akan dilaksanakan di tahun berikutnya.

Acara selanjutnya diisi dengan penjelasan terkait pengenalan sistem akuisisi, pengolahan, dan manajemen data di LAPAN, oleh Kepala Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh, yang diwakilkan oleh D. Hery Sulyantara, S.Si., M.Sc. Pada acara selanjutnya, dijelaskan juga terkait pengenalan contoh pemanfaatan data penginderaan jauh dan layanan informasi LAPAN, oleh Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh, yang diwakilkan oleh Muhammad Priyatna, S.Si., MTI. Selain itu juga, dalam kegiatan bimtek ini, di jelaskan beberapa materi oleh para Narasumber /Pengajar dari satuan kerja Deputi Bidang Penginderaan Jauh (Dr. Wikanti Asriningrum, M.Si., Dra. Maryani Hartuti, M.Sc., Drs. Kustiyo, M.Si., dan Fadhila Muchsin, S.Si., M.Si.), terkait pengenalan konsep dasar penginderaan jauh, koreksi data citra digital, interpretasi citra digital, sistem informasi geografis, dan perangkat lunak quantum GIS dan beserta cara intalasinya. Selanjutnya, acara Bimtek ini diisi dengan beberapa tim Instruktur. Adapun Materi pelatihan Pengolahan Data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) meliputi praktikum pengolahan citra satelit landsat 8 (koreksi radiometrik dan pansharpen), praktikum menampilkan citra dan pembuatan citra komposit, survey lapangan, digitasi/deliniasi objek penutup lahan, perhitungan luas area tutupan lahan, lay out peta tutupan lahan, dan diakhiri dengan presentasi kelompok.

Data resolusi tinggi yang dapat di akusisi dari stasiun bumi LAPAN adalah data satelit SPOT-6/7 dengan resolusi spasial pansharpen 1,5 meter. Sedangkan data resolusi sangat tinggi lainnya (resolusi spasial 0,5 meter) seperti Pleiades, WorldView-2/3, GeoEye-1 dan Quick Bird disediakan LAPAN melalui pembelian data untuk mencukupi kebutuhan nasional. Untuk pemenuhan kebutuhan data penginderaan jauh resolusi menengah LAPAN juga mengakusisi data satelit LANDSAT-8 dengan resolusi spasial pansharpen 15 meter, sementara untuk data satelit resolusi rendah LAPAN menerima data satelit Terra/Aqua MODIS, Himawari-8 dan lain-lain. Data tersebut juga telah diolah untuk menghasilkan informasi yang dapat diperoleh diwebsite LAPAN seperti informasi hotspot/kebakaran hutan, Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI), lahan baku sawah dan fase pertumbuhan padi, deforestasi, informasi untuk mendukung kebencanaan dan lain-lain. Oleh karena itu LAPAN berharap data satelit inderaja tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh
Jl. Kalisari No. 8, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta 13710 Telp. (021) 8710065 Fax. (021) 8722733



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL