Fokus Layanan

Berita



Pengembangan Model Pemanfatan Penginderaan Jauh untuk Deteksi Daerah Tercemar Limbah B3
01 Sep 2014 • Dibaca : 2816 x ,

Limbah bahan berbahaya dan beracun atau B3 (hazardous waste) merupakan hasil dari proses industrialisasi maupun pertambangan. Limbah B3 dalam hal ini acid sludge yang merupakan limbah dari industri lilin yang merupakan hasil sampingan dari pertambangan minyak. Limbah acid sludge apabila dibuang di suatu lokasi tertentu akan mengakibatkan pencemaran di lokasi tempat pembuangan limbah tersebut dan di lingkungan sekitarnya. Pencemaran limbah B3 tersebut akan dapat membahayakan kehidupan manusia maupun habitat lingkungan hidup lainnya yang berada di sekitar daerah tercemar. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya kegiatan pemantauan kondisi lahan yang tercemar limbah B3, mengingat hal ini sangat penting dilakukan untuk antisipasi dan penanganan dini, dengan tujuan agar pencemaran tersebut tidak meluas dan membahayakan lingkungan yang berada di sekitarnya.
Pemantauan lahan tercemar limbah B3 biasanya dilakukan dengan analisis lapangan daerah tercemar dan analisis laboratorium, dimana kegiatan tersebut memerlukan waktu dan biaya yang mahal. Adanya perkembangan teknologi saat ini memungkinkan untuk memantau kondisi lahan tercemar tersebut dengan cara tidak menyentuh objek yang di analisis, dalam hal ini teknologi penginderaan jauh (remote sensing)dapat digunakan untuk kegiatan tersebut. Teknologi remote sensing mempunyai keunggulan, antara lain cakupan (covered) yang luas, data terkini (up to date), historikal data yang baik, dan memiliki karakterik spektral yang memungkinkan untuk memantau kondisi lahan tercemar limbah B3. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa data penginderaan jauh terutama dengan pemakaian kanal inframerah termal mampu mendeteksi daerah yang tercemar limbah B3. Namun untuk wilayah Indonesia yang kejadian pencemaran limbah ini mempunyai luasan yang tidak begitu besar, sehingga diperlukan penelitian yang lebih lanjut dan komprehensif.
Dalam usaha untuk memanfaatkan teknologi penginderaan jauh ini, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan Kementerian Lingkungan Hidup melakukan kerjasama penelitian untuk mengkaji pemanfaatan data penginderaan jauh untuk pemantauan limbah B3. Pilar kerjasama yang akan dijalin adalah penyediaan data dan penelitian dalam pengolahan data satelit penginderaan jauh untuk pemantauan limbah B3 (acid sludge).

Kegiatan 2013 – 2014:
Deteksi lahan tercemar dengan menggunakan penginderaan jauh telah dilakukan oleh LAPAN pada tahun 2013 dengan menggunakan beberapa metode, antara lain dengan metode NDVI (Normalized Defference Vegetation Index), LST (Land Surface Temperature) dan red edge. Penelitian yang telah dilakukan tahun 2013 dengan menggunakan metode NDVI secara umum menunjukkan bahwa pola NDVI dan anomali NDVI pada musim kering memiliki hubungan yang signifikan dengan pemulihan lahan terkontaminasi limbah B3 (acid sludge) yang telah dilakukan. Penggunaan metode LST hasilnya menunjukkan, dimana limbah acid sludge cenderung lebih tinggi dibandingkan suhu di daerah yang tidak tercemar. Namun pola thermal ini belum dapat menunjukkan hubungan dengan perlakuan pemulihan lahan yang telah dilakukan. Sedangkan Penggunaan metode red edge masih sulit diterapkan untuk data resolusi spektral rendah hingga resolusi menengah seperti penggunaan data Landsat. Hasil penggunaan metode red edge belum dapat dilihat pegeseran nilai spektralnya.
Pada penelitian tahun 2014 akan dilakukan penelitian deteksi daerah tercemar limbah B3 (acid sludge) menggunakan data Landsat 8 OLI untuk diklasifikasi menggunakan data spektral dari hasil pengukuran di lapangan menggunakan alat spektrometer diharapkan dapat membedakan daerah tercemar dan tidak tercemar, serta pengolahan Landsat 8-TIRS untuk pengolahan LST (Land Surface Temperature) diharapkan dapat diperoleh karakteristik LST di daerah tercemar.








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh
Jl. Kalisari No. 8, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta 13710 Telp. (021) 8710065 Fax. (021) 8722733



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL