Fokus Layanan

Berita



PEMANFAATAN DATA PENGINDERAAN JAUH UNTUK EKSTRAKSI INFORMASI MANGROVE
01 Sep 2014 • Dibaca : 2370 x ,

Penelitian mangrove di LAPAN telah berlangsung cukup lama, diawali tahun 1997 dengan lokasi Segara Anakan. Dipilihnya Segara Anakan sebagai area penelitian disebabkan banyak hal, diantaranya  kondisi mangrove yang ada terhitung lengkap,  baik dari sisi kelengkapan spesies, zonasi maupun lokasi yang relatif mudah dijangkau.  Kegiatan tahun 1997 ini menggunakan data inderaja Landsat 5 dan 7 ETM  telah berhasil memisahkan mangrove non mangrove serta menentukan zonasi mangrove.   Kegiatan penelitian  mangrove terus berjalan dengan mengambil lokasi yang berbeda, diantaranya Banyuwangi, Subang, Bekasi, Kep. Riau, Berau dan Mahakam.

LAPAN juga telah berpartispasi dalam menyelesaikan “one map mangrove” dengan kementrian / lembaga terkait, yaitu BIG, Kemenhut, KKP, KLH dan Wetland.   Pada tahun 2013 telah diselesaikan one map mangrove untuk Pulau Jawa.  Target kegiatan ini adalah seluruh wilayah Indonesia,  urutan lokasi dipilih berdasarkan skala prioritas.

Tahun 2013 – 2014 LAPAN  bekerja sama dengan Safe Project mengadakan penelitian mangrove dengan target  membangun prototipe untuk pemantauan stok karbon mangrove dengan end user Kemenhut dan KKP.

Sesuai Tupoksi LAPAN, khususnya divisi penginderaan jauh, inisiasi pengukuran spektral mangrove telah dimulai sejak tahun 2013 dengan mengambil lokasi Segara Anakan.  Telah berhasil dikumpulkan data spektral dari 3 spesies  mangrove,  yaitu Rizhofora, Bruguira dan Avicenia.  Pada tahun 2014 Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan menambah lokasi pengamatan di Banyuwangi.  Direncanakan kegiatan survey di TN Alas Purwo Banyuwangi pada akhir September 2014.








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh
Jl. Kalisari No. 8, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta 13710 Telp. (021) 8710065 Fax. (021) 8722733



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL