Fokus Layanan

Berita



Publikasi Ilmiah Populer
LAPORAN HASIL PEMANTAUAN SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN SERTA MITIGASI BENCANA ALAM BERDASARKAN DATA SATELIT PENGINDERAAN JAUH
Laporan Hasil Pemantauan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan Serta Mitigasi Bencana Alam Berdasarkan Data Satelit Penginderaan Jauh Bulan April 2016

Effective use of space-based information to monitor disasters and its impacts Lessons Learnt from Forest and Land Fires in Indonesia
As part of UNSPIDER’s mission to showcase the effective use of space-based information to monitor disasters and its impacts, the Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN) has published the booklet “Lessons Learnt from Forest and Land Fires in Indonesia.” Its aim is to promote the exchange of knowledge about the application of remote sensing for forest and land fire monitoring. Forest and land fires are phenomena which can affect many communities worldwide and provoke great damages. Contributing to climate change, this specific type of disaster can cause important economic, social and environment losses mostly for equatorial and subtropical regions. Current estimations state that 85% of fires occur primarily in Africa, South America and Southeast Asia. In the case of Indonesia, losses can amount to $15 billion. In Sumatera (Sumatra) and Kalimantan, almost every year, thousands of hectares of forest and lands are consumed by wildfire resulting in loss of property with significant economic costs and environmental impacts. Forest fires often result as a consequence of improperly conducted deforestation procedures. Forest and land fire has become a serious threat to global communities for the last two decades, especially related to the aspects of environments and natural resources degradation. Space-based technologies are powerful tools to support the full cycle of forest fire management such as locating fire prone areas, providing early warning, emergency response and post fire assessment. The booklet “Lessons Learnt from Forest and Land Fires in Indonesia” describes the use of remote sensing applications for forest and land fires monitoring, including fire hot-spot monitoring, smoke and haze monitoring, burned area mapping and fire danger rating systems. The advantages of remote sensing data are distinctive in fire monitoring and haze/smoke detection. For example, the frequent revisit interval and extensive coverage of remote sensing data provide possibilities of near real-time monitoring of fires and enhance early warning.

LAPORAN HASIL PEMANTAUAN SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN SERTA MITIGASI BENCANA ALAM BERDASARKAN DATA SATELIT PENGINDERAAN JAUH
Laporan Hasil Pemantauan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan Serta Mitigasi Bencana Alam Berdasarkan Data Satelit Penginderaan Jauh Bulan Februari 2016

LAPORAN HASIL PEMANTAUAN SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN SERTA MITIGASI BENCANA ALAM BERDASARKAN DATA SATELIT PENGINDERAAN JAUH
Laporan Hasil Pemantauan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan Serta Mitigasi Bencana Alam Berdasarkan Data Satelit Penginderaan Jauh Bulan Januari 2016

Laporan Estimasi Luas Lahan Terbakar 2015
Laporan Estimasi Luas dan Sebaran Daerah Terbakar (Burned Area) di Indonesia Berdasarkan Data Satelit Penginderaan Jauh (1 Juli – 31 Oktober 2015)

HOTSPOT: HANYALAH INDIKATOR BUKAN KEJADIAN KEBAKARAN HUTAN/LAHAN
Hotspot sangat direkomendasikan untuk kegiatan deteksi dini adanya kebakaran lahan dan hutan karena merupakan indikator adanya kebakaran lahan/hutan di suatu wilayah.

APLIKASI PENGINDERAAN JAUH UNTUK MENDUKUNG PROGRAM KEMARITIMAN
Program kemaritiman yang dicanangkan oleh Presiden Indonesia terpilih Bapak Ir. H. Joko Widodo dapat dianggap sebagai cara pandang bangsa Indonesia dalam memanfaatkan wilayah perairan lautnya.

APLIKASI PENGINDERAAN JAUH UNTUK BENCANA GEOLOGI
Indonesia adalah suatu negara yang terletak di ring of fire, kawasan yang sering terjadi bencana, dan sering juga disebut sebagai supermarket bencana.

PEMANFAATAN DATA PENGINDERAAN JAUH UNTUK ANALISIS POTENSI BANJIR
Datangnya musim penghujan tidak hanya menjadikan berkah bagi sebagian orang, tetapi juga mendatangkan bencana di beberapa tempat terutama jika curah hujan melebihi kondisi normalnya.

Pengamatan kebakaran dan penyebaran asapnya dari angkasa: Sebuah catatan kejadian kebakaran hutan/lahan di Sumatera Selatan tahun 2014
Tahun 2014 ini merupakan tahun yang agak luar biasa karena pada awal tahun sudah diwarnai oleh kebakaran yang umumnya mencatat Sumatera sebagai lokasi yang “biasa” terbakar, namun kali ini juga diikuti oleh Kalimantan, tepatnya di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).




Kontak kami :
Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh
Jl. Kalisari No. 8, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta 13710 Telp. (021) 8710065 Fax. (021) 8722733



© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL